Antioksidan

Kemarin di kantornya si abi ada acara peringatan Tahun Baru Islam (lupa nanya namanya apa, mungkin “Muharram Fair”?) Ada ceramah, bazaar, nasyid, dll. Nah, di salah satu stand bazaarnya ada tempat untuk mengetes berapa kadar antioksidan tubuh kita. Dan antioksidan si abi ternyata ‘hanya’ 15.000 yang artinya sangat kurang alias berada pada kategori ‘merah’.

Akhirnya aku kemudian mencari artikel mengenai antioksidan. Maka dapatlah tulisan di bawah ini.

Mudah-mudahan menjadi informasi yang penting juga bagi pembaca semua.

Antioksidan ? Kunci Hidup Sehat Lebih Lama

Siapa pun pasti ingin mencapai usia panjang dengan kesehatan yang selalu prima. Berbagai upaya untuk mewujudkan hal itu perlu dilakukan sejak usia muda. Sayangnya, banyak yang baru menyadari bahwa mereka sedang memasuki proses penuaan (aging) ketika mulai mengalami perubahan-perubahan, baik fisik maupun psikis.

Untuk mengurangi risiko menderita berbagai penyakit di usia tua atau menjadi tua dengan kesehatan prima (healthy aging), para ilmuwan telah mengemukakan berbagai teori. Namun yang paling popular saat ini adalah teori radikal bebas, yaitu proses penuaan sebagai akibat kerusakan yang ditimbulkan radikal bebas.

Antioksidan ? Zat Penghambat Proses Penuaan

Radikal bebas sendiri merupakan zat berbahaya yang sangat reaktif dan bersifat merusak jaringan organ-organ tubuh hingga menimbulkan berbagai penyakit di usia tuba.

Untuk menetralisir radikal bebas ini, tubuh kita memerlukan antioksidan yang dapat membantu melindungi tubuh dari serangan radikal bebas dan meredam dampak negatifnya. Dengan antioksidan, kerusakan organ tubuh dan risiko terserang berbagai penyakit di usia tua dapat dicegah.

Sumber Antioksidan

Zat antioksidan dapat disediakan oleh tubuh kita, dan ada pula yang harus diperoleh dari luar tubuh berupa makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Diantaranya adalah: karotenoid, vitamin C, vitamin E, beberapa mineral seperti Zinc, Selenium, Mangan, Cuprum dsb. Namun hasil kerja antioksidan yang optimal diperoleh lewat kerjasama antara unsur-unsur antioksidan tersebut.

Sumber Nutrisi yang Mengandung Antioksidan
Berbagai sumber nutrisi yang mengandung anti-oksidan diantaranya adalah semua biji-bijian, buah-buahan dan sayuran, hati, tiram, unggas, kerang, ikan, susu dan daging. Vitamin E alami dapat ditemukan pada wheat germ (gandum), minyak sayur, sayuran berdaun hijau, kuning telur dan kacang-kacangan. Sedangkan vitamin C alami dapat ditemukan pada buah sitrus, tomat, melon, kubis, jambu biji, strawberry, dsb. Selain itu beta karoten (pro-vitamin A) yang merupakan antioksidan penting dari karotenoid banyak dijumpai pada buah apricot, wortel, belewah, bit, daun singkong, daun bayam dan ubi merah.

Sumber antioksidan terbaik, tentunya yang berasal dari makanan alami. Namun, jika memperoleh antioksidan dari sumber makanan alami sangat terbatas, untuk proses pencegahan tidak ada salahnya untuk mengkonsumsi suplemen/makanan tambahan

Anti Oksidan Terbaik

Departemen Agrikultural Amerika Serikat baru-baru ini mengeluarkan daftar sumber makanan yang mengandung anti oksidan terbanyak. Penelitian yang terbesar dan menyeluruh ini mengevaluasi lebih dari 100 macam makanan yang umum dikonsumsi.

Anti oksidan akan mencegah radikal bebas yang dihasilkan dari proses oksidasi normal dalam tubuh. Radikal bebas ini akan merusak sel-sel tubuh sehingga berisiko menimbulkan terjadinya penyakit kanker, jantung dan penyakit Alzheimer. Jenis-jenis anti oksidan antara lain vitamin A, vitamin C, vitamin E, Seng, Mangan, Koenzim Q10, Selenium dan lainnya.

Dari hasil penelitian makanan, termasuk juga sayuran dan buah-buahan yang menduduki peringkat teratas kandungan anti oksidannya antara lain kacang-kacangan misalnya kacang merah, blue berry, apel dan kentang. Bumbu dapur seperti kemiri dan kayu manis juga mengandung anti oksidan yang tinggi.

Penelitian ini menekankan kembali pentingnya mengkonsumsi banyak sayur dan buah-buahan yang sangat diperlukan tubuh, terutama untuk sayuran dan buah-buahan yang mengandung anti oksidan tinggi.

20 sumber terbaik Anti Oksidan (total kapasitas anti oksidan per-saji):

1. Small Red Bean (kering) separuh gelas: 13727

2. Wild blueberry 1 gelas: 13427

3. Red kidney bean kering) separuh gelas: 13259

4. Pinto bean separuh gelas: 11864

5. Blueberry (olahan) 1 gelas 9019

6. Cranberry 1 gelas (seluruhnya): 8983

7. Artichoke (dimasak) 1 gelas: 7904

8. Blackberry 1 gelas: 7701

9. Prune setengah gelas: 7291

10. Strawberry 1 gelas: 5938

11. Red Delicious apple satu buah: 5900

12. Granny Smith apple satu buah: 5381

13. Pecan 1 ons: 5095

14. Sweet cherry 1 gelas 4873

15. Black plum satu buah: 4844

16. Russet potato (dimasak) satu: 4649

17. Black bean (kering) setengah gelas: 4181

18. Plum satu buah: 4118

19. Gala apple satu buah: 3903

http://www.info-sehat.com 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s