Awal Tarbiyahku

Pertama kali berkenalan dengan tarbiyah tahun 2000, waktu aku masuk STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara). Dulu namanya mentoring. Aku masih ingat mentor pertamaku namanya Mba Ita, mahasiswi tingkat III. Temen-teman satu kelompok juga mahasiswi baru semua satu angkatan.

Agak lupa-lupa ingat waktu itu membahas tentang apa saja, tapi yang jelas banyak ilmu tentang islam yang tadinya hanya ‘teori’ belaka mulai kucoba untuk mengerjakannya. Misalnya menutup aurat. Sekitar bulan ketiga kuliah kuputuskan untuk memakai pakaian taqwa alias jilbab. Terdorong pertanyaan ‘sambil lalu’ dari kakak kelas satu kost,”Koq belum pake jilbab?” Terus terang bingung mau jawab apa. Aku tidak bisa menemukan alasan apapun yang menyebabkan aku belum memutuskan untuk menutup auratku. Jadilah aku akhirnya menelepon orang tua di Payakumbuh yang dengan senang hati mengijinkan (dengan tambahan syarat : jangan buka-buka lagi).

Aku selalu menyempatkan datang di setiap pertemuan mentoringku. Mungkin memang dasar ngga betah diam di rumah, aku mengikuti banyak kegiatan (ekskul) kampus. Mulai dari english club, computer club, capital market club, termasuk juga mentoring ini, dan akhirnya Keputrian Masjid (karena diajak kakak kelas juga) saat semester II.

Jadi pengurus Keputrian masjid kampus inilah awal perkenalan pertamaku dengan da’wah. Mulai dari nge-set acara kajian, bikin pamflet untuk publikasi acara, mengundang pembicara, deg-degan menunggu peserta yang datang (banyak apa engga), pesertanya antusias apa engga, nyiapin konsumsi & peralatan, dll. Membahas da’wah di kampus, gimana supaya kampus menjadi lebih islami, khususnya para muslimahnya, menjadi suatu yang baru tapi aku senang sekali melakukannya. Senang bisa memberikan kontribusi -meskipun kecil- untuk da’wah.

Tarbiyah juga memperkenalkanku dengan ukhuwah. Awalnya kepada teman-teman satu kelompok mentoring. Pertemuan-pertemuan pertama kami habiskan untuk menjadi semakin dekat satu sama lain dengan Ta’aruf. Kemudian yang lebih terasa lagi, ukhuwah dengan teman-teman sesama pengurus Keputrian. Saat kerja bareng dan seringnya interaksi menjadikan keterikatan hati kami menjadi semakin erat.

Alhamdulillah… Allah berkenan memasukkan aku ke dalam gerbong da’wah, berukhuwah dengan orang-orang yang ada di dalamnya, sungguh keni’matan yang tiada terkira.

Semoga aku dapat berukhuwah kembali dengan mereka dalam jannah-Nya kelak. Aamiin…

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s