Malam-Malam Penuh Cinta

Mengenang tarbiyah berarti mengenang teman-teman akhwat satu liqo waktu di kampus. Waktu itu kami satu kelompok cuma 5 orang. Untuk mengeratkan ukhuwah -ceritanya ta’aruf lebih ‘dalam’- kami biasa nginep (ato bahasa kerennya ‘mabit’) di kost-an salah seorang dari kami. Satu kali nginep berarti satu episode. Episode A berarti malam itu akan kami habiskan untuk mengenal lebih dalam tentang A. Tentang dirinya, kesukaannya, juga yang tak disukainya, sifatnya, karakternya, keluarganya, juga bagaimana cara menegurnya, pokoknya semua tentang dirinya.

Biasanya kami janjian sekitar jam 8-an. Selesainya? Jangan ditanya… Kadang jam 2 atau jam 3 pagi. Padahal kami juga punya jadwal qiyamullail alias shalat malam bersama. Jadinya shalat malamnya kadang suka mepet-mepet subuh… Kadang malah kebablasan… hehe…

Hampir tiap pekan kami menghabiskan minimal satu malam bersama-sama. Biasanya kami membahas permasalahan tarbiyah kampus. Kadang agenda lain. Kalo situasi mendesak bisa 2 kali seminggu.

Seringnya interaksi menjadikan kami begitu dekat satu sama lain. Kalo ada yang lagi punya masalah, biasanya kami selesaikan bersama-sama. Tak jarang juga timbul konflik… Ya, namanya manusia. Kerja bareng pasti ngga rukun terus. Biasanya kami ‘menyelesaikannya’ juga dengan pertemuan malam kami. Aku ingat beberapa kali pertemuan kami habiskan dengan derai air mata dan pelukan.

Ah… betapa aku merindukan malam-malam penuh cinta itu…

Betapa aku merindukan kamar kost kecil berukuran (kalo ngga salah) 2,5 x 3 meter, markas kami, tempat kami berlima tidur (selalu) dalam kondisi letih, tugas kuliah menumpuk, agenda-agenda da’wah yang tak henti-henti, tapi bersama mereka yang punya semangat luar biasa aku selalu senang menjalani hari-hari sibuk itu…

Subhanallah… Senang sekali diberi kesempatan merasakan ukhuwah, cinta yang begitu indah dari saudara seiman yang sama-sama mencintai da’wah ini. Semoga Allah berkenan mempertemukan kami kembali untuk melanjutkan ukhuwah ini dalam jannah-Nya kelak… Amiiin…

Teruntuk : Henny di Jember, Baby di Medan, Ayu di Depok, dan Hanik di Bojonegoro… Kangen berat sama kalian…

2 Comments Add yours

  1. azfaazfa says:

    semoga tarbiyah bukan hanya jadi kenangan…
    dan tetap istiqomah dalam tarbiyah…
    menjadi keluarga smart (sakinah, mawaddah, rahmhah dan tarbiyah)….

  2. nina sabnita says:

    Alhamdulillah sampai sekarang saya masih tarbiyah ukh/akh. Mudah-mudahan tarbiyah tidak pernah menjadi ‘hanya’ kenangan.🙂
    Semoga Allah berkenan mempertemukan saya kembali dalam halaqoh yang sama dengan para sahabat, para mujahid dan syuhada, dan ikhwah fillah semua, dengan Rasulullah SAW sebagai Murabbinya dalam jannah-Nya kelak… Aamiiin…

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s