Aku dan Sholeh

Sholeh…. Nama yang aku dan suami berikan untuk janin yang ada di perutku. Dulu waktu Iffah dan Alif masih berkutat bersempit-sempit ria di dalam perut, kami juga memanggilnya dengan nama itu. Sholeh… atau Shalih… berharap janin ini nantinya menjadi hamba Allah yang shalih juga.

Umur Sholeh sekarang sudah hampir 39 minggu dari perkiraan sekitar 40 minggu dari perhitungan hari pertama haid terakhirku. Itu juga kalo ngga salah inget. Jadi kurang dari 2 minggu lagi -insya Allah- Sholeh akan melihat dunia untuk pertama kalinya. Perkiraan hari lahir menurut dokter tempat biasa aku periksa adalah sekitar tanggal 14 April nanti. Alhamdulillah saat periksa terakhir kali hasil USGnya menunjukkan Sholeh dalam keadaan sehat. Posisi sudah bagus -kepala di bawah-, sudah masuk ke jalan lahir, air ketuban masih bening, plasenta (ari-ari) di atas -tidak menutupi jalan lahir- dan tidak melilit. Pokoknya so far so good. Tinggal nunggu mulesnya aja, begitu kata dokternya. Kelaminnya? Kata dokternya sih perempuan. Alhamdulillah… jika Allah percaya menitipkan seorang mujahidah lagi kepada aku dan suami mudah-mudahan kelak menjadi jalan yang mempermudah kami masuk ke dalam surga-Nya.

Sekarang aku dan suami juga lagi nyari-nyari nama untuk Sholeh. Ada banyak nama yang jadi “kandidat”. Aku sendiri suka Fathimah, Khadijah, dan Syifa. Sementara si abi suka Rumaisha, Muthmainnah, Sumayyah, dan beberapa nama lain. Entah nanti jadinya apa. Yang jelas pasti belakangnya ada nama abinya, seperti Iffah dan Alif. Tadinya aku ingin memberi nama belakang anak-anakku dengan nama Mujahid/Mujahidah, tapi Iffah dan Alif terlanjur dinasabkan kepada ayahnya. Ya ngga apa-apa juga sih… Memang seharusnya demikian…

Sholeh…

Jadilah mujahidah yang shalihah ya nak…

Ya Allah, sehat dan selamatkanlah kami. Mudahkan, murahkan, lancarkan, normalkan proses lahiranku.

Jadikan dia mujahidah yang shalihah, berakhlaq alQuran, mencintaiMu, RasulMu, dan kitabMu. Sempurnakanlah badannya, panca inderanya, sehatkanlah ia agar ia dapat beribadah kepadaMu dengan sempurna pula. Sempurnakanlah pikirannya agar ia dapat melihat dan memikirkan tanda-tanda kekuasaanMu. Sempurnakan pula ruhiyahnya agar ia bisa mencintaiMu di atas segalanya. Jadikanlah kami termasuk ke dalam golongan hamba-hambaMu yang beruntung mendapatkan ridho dan jannahMu kelak.

Amiiin…

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s