Cinta dari Ternate

“Rinduku menyapamu

mengharu biru di luasnya jiwa

jarak kita tak tersentuh

tapi ku yakin hati kita menyatu

dan terikat dalam cintaNya…”

Salam perjuangan, semoga Allah selalu memberi kemudahan pada setiap langkah kakimu.

Uhibbuki fillah filladzi ahbabtani…

(22-agust-2008, 5:58 pm)

Demikian bunyi sms dari ukhtiku tersayang yang nun jauh disana.

Kami bertemu di gorontalo. Orangnya manis, lembut, baik, semangatnya -jangan ditanya- luar biasa. Nyaris sempurna. Saya sering bertanya-tanya siapakah laki-laki beruntung yang berani meminangnya. Pasti lelaki luar biasa juga.

Cukup menghebohkan. Bukan ikhwannya yang jatuh cinta pada pandangan pertama atau dicomblangi sang pembina, tapi seorang ustadz besar di Ternate yang langsung ‘melamar’ kepada pembinanya. Entah dari mana ustadz tersebut mendengar nama akhwat super ini, tapi kelihatannya dari awal pembinanya tidak ada pilihan lain selain mengatakan “ya”.

Dan terjadilah pernikahan barokah itu. Dari proses taaruf sampai walimahnya ‘dikawal’ orang-orang penting, berharap menjadi teladan bagi pasangan-pasangan berikutnya.

Dan bersedihlah gorontalo karena salah seorang mujahidah terdepannya berpindah ladang. Demi memajukan da’wah di Ternate -halmahera selatan pada khususnya- sang mujahidah pun segera berangkat memenuhi panggilan da’wah.

Alhamdulillah, sampai sekarang kami masih sering kontak. (malu rasanya, karena selalu dia yang memulai) Masih teringat hari ulang tahun terakhirku, dialah orang pertama yang mengirimkan doanya (suami aja kalah..)

[ Teruntuk ukhtiku tersayang -Dewi Rosliani- beserta keluarga tercinta

Ana uhibbuki fillah

Ahabbakalladzi ahbabtani lahu…

Semoga Allah mempertemukan kita kembali

dalam halaqoh yang sama

dengan Rasulullah SAW sebagai murabbinya

dalam jannah-Nya kelak…

Aamiiin…]

2 Comments Add yours

  1. Hasdi Putra says:

    Amiin.

    Mmm…subhanallah. Ternyata Uni kenal dekat sama Bu Dewi. Ups..Bukan hanya kenal. Pernah satu markazz bahkan satu ‘Gank’ lagi.

    Tiadalah pernah Hasdi bersua. Kecuali semangatnya. Lewat kabar dan beritanya. Pun juga SMS-SMSnya. Senantiasa kobaran dan ghiroh juangnya. Menyentakkan kelenaan yang mungkin singgah menyapa.

    Belantara dakwahnya menghardik banyak jiwa.
    Mengabarkan betapa belum apa-apanya kita.

    digenangnya kenangan itu
    menumpang Hasdi di sini
    doa dan keselamatan untuknya
    dan keluarganya
    Pun juga Pak Husen. (Entah kapan kita kembali kan bersua)

    Semoga masa itu akan kembali ada.
    Amin

  2. nina sabnita says:

    Subhanallah….
    Semoga keberkahan selalu meliputi kita dan dia di sana…
    (ternyata dunia itu kecil ya…. surga Allah lah yang besar…)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s