Abi boleh nikah lagi, dengan syarat…

Lagi bahas poligami di DSH…

Well… semenjak belum menikah, saya termasuk golongan pro-poligami.Bukannya saya tidak cemburu, apalagi tidak cinta. Tentu saja saya cemburu sekali jika suami saya punya istri lagi. Dan jangan ditanya besarnya cinta saya kepada suami saya…

Saya pernah bertanya kepada beberapa akhwat (banyak -sekalian saya survey), seandainya suatu saat anti sudah berumur -misalnya- 35 dan belum menikah, tiba-tiba ada seorang ikhwan yang melamar anti, sebagai istri kedua -dengan catatan istri pertama sudah setuju, apakah anti akan menerima?

Semua menjawab “Ya” (bersedia).

Alhamdulillah saya tidak berada pada posisi tsb (soalnya kalo saya berada di posisi itu, belum tentu saya akan mengatakan “ya” ). Tentu saja menjadi istri kedua tidak semudah yang dibayangkan. Apalagi untuk menjadi istri pertama yang sudah merasakan indahnya hidup berdua, indahnya mencintai suami dan merasakan cinta suami yang penuh kepadanya, tiba-tiba harus berbagi dengan wanita lain… Ah, tentu saja tidak enak…

Tapi entah kenapa saya tidak pernah keberatan, bahkan memikirkan pun tidak. Tahukah dialog hari pertama saya dengan suami? Saya bilang tidak keberatan jika suatu saat abang menikah lagi. Suami bilang : “Belom juga diapa-apain udah mau dipoligami”  Saya : “Justru karena belom diapa-apain makanya bisa bilang ga apa-apa dipoligami.”

Ditahun pertama pernikahan, saya pernah bilang,”Abi boleh poligami dengan satu syarat.” Suami penasaran, “Emang apa syaratnya?” Saya bilang, “Nanti umi bilang kalo abi bener-bener nikah lagi. Yang jelas bukan ‘langkahi dulu mayatku’.”

Sampe sekarang suami saya ngga tau apa syaratnya, bahkan setelah saya bilang, “Abi boleh nikah lagi tanpa syarat.”

 

Mau tahu syarat apa yang saya ajukan kemudian saya hilangkan?

 

Kasih tau ga ya?…

 

Dulu saya mau mengajukan syarat,

“Asal di syurga nanti hanya umi satu-satunya istri abi.”

 hehe…

Tapi kemudian saya tiadakan, karena saya jadi kasihan sama istri kedua (atau istri berikutnya). Lagian saya kan juga bisa mendapatkan bidadara (halah!) ato saya mau sering2 ‘main’ ke istananya Rasulullah aja… hehe… Pasti cintanya selalu ada untuk saya (lha saya kan ummatnya.) Mungkin saya juga dah lupa sama suami saya (saat saya bersama Rasulullah… ) hehe…

(maaf jika tidak berkenan…

namanya juga berandai-andai

-dalam rangka berdoa juga…)

One Comment Add yours

  1. mydin says:

    Alhamdulillah, Ibu mendapatkan hidayah yang tak terhingga dan termasuk yang langka… semoga apa yg dicita2kan tercapai.. Amiin.,,

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s