Hanya 500 rupiah !!

Kalo kamu naik kopaja/metro mini (untuk yang di jakarta) sedangkan jarak yang kamu tempuh dekat, berapa ongkos yang kamu bayar? Rp 2000,- atau Rp 2500,-? Atau malah cuma Rp 1000,-?

(Di dinding kopaja tertulis “Jauh/Dekat Rp 2500”.)

Sering saya lihat penumpang-penumpang hanya membayar 2000 rupiah, bahkan ada yang pernah membayar 1000 rupiah saja. Kadang si kondektur akan menagih 500 rupiah lagi -yang kemudian akan ditolak oleh si penumpang dengan alasan dekat. Kadang juga didiamkan saja -disertai ngedumel…

Padahal hanya 500 rupiah saudaraku! 500 rupiah!

Saya suka sedih kalo melihat kejadian ini, terutama jika dilakukan oleh orang yang ‘secara fisik’ kelihatannya tidak kesulitan untuk mengeluarkan uang yang hanya 500 rupiah tsb. Berikanlah haknya. Kecil bagi kita, besar untuk mereka.

Pernah dalam satu kesempatan saya harus menjemput adik saya ke bandara, karena nyampe di sininya malem. Nyoba naik Damri dari lebak bulus tapi -seperti perkiraan sebelumnya- udah ngga ada lagi busnya. Akhirnya aku nyoba langsung ke Blok M, biasanya masih ada (mudah-mudahan masih). Sekitar pukul 7 malem aku dianterin suami naik motor ke Blok M, tidak ada satupun Damri yang parkir. Kata tukang gorengan sekitar situ, biasanya jam 7-an ada yang dateng. 

Benar. Tak berapa lama kelihatan bus Damri namun begitu semua penumpang si sopir langsung mematikan lampu pertanda tidak ada bus lagi hari ini. Dengan berat hati memutuskan untuk naik taksi saja ke bandara, dengan perjanjian cukup membayar Rp 50.000 saja (plus uang tol kira2 11.000 rupiah). Tak diduga pak sopir mengambil 2 orang penumpang lagi yang kebetulan juga mau ke bandara, jadi di taksi itu ada 3 oang.

Sepanjang perjalanan saya hanya menduga-duga, berapakah saya harus membayar? Apakah 50.000 seperti perjanjian semula? Seharusnya lebih murah karena pak sopir mengambil 2 orang lagi yang ditagih 50.000 rupiah berdua. Pikir saya, pak sopir sudah mendapatkan lebih bahkan jika saya membayar setengahnya.

Sebelum pintu gerbang bandara, 2 orang gadis yang ikut bersamaku turun. Waktu aku sampai di terminal 1 dan turun, sebelum kubayar, aku mencoba bertanya dulu kepada pak sopir,

“Jadi berapa pak?”

“50.000 mba.”

“Tapi kan bapak ngambil penumpang lagi tadi. Bukannya saya bayar setengahnya pak?”

“Ya kan sesuai perjanjian awal tadi mba”

Saya kesal sekali. Saya membayar semua biaya tol. Pak sopir juga tidak meminta pendapat saya ketika dia akan menambah penumpangnya.

“Tapi bapak ga minta ijin sama saya pas mau nambah penumpang. Perjanjiannya kan 50.000 dengan penumpangnya hanya saya sendiri…. Demi Allah, bapak harus mempertanggung jawabkan uang ini kelak!” Ingin sekali saya meneriakkan kata-kata ini kepada pak sopir yang wajahnya berubah menjadi sangat menyebalkan di mata saya.

Namun saya diam saja, menghembuskan nafas keras, dan kemudian tanpa berterima kasih, membuka pintu dan sedikit membantingnya kemudian pergi…

Kekesalan saya belum reda. Saya belum makan malam. Memutuskan makan di salah satu restoran bandara (yang harganya ga ada yang murah) belum membuat kesal di hati ini reda.

Hhhh… berkali-kali menghembuskan nafas keras. Uang 50.000 (plus uang tol 11.000) cukup besar bagi saya… Astaghfirullah…

Saya lalu memikirkan kata-kata di kepala saya tadi….

“Demi Allah, bapak harus mempertanggung jawabkan uang ini kelak!”

Saya jadi teringat diri saya sendiri. Betapa ketika saya hanya absen pagi kemudian pergi menyelesaikan urusan pribadi saya dan masuk hanya setengah hari namun menerima tunjangan penuh, maka demi Allah, saya pasti akan mempertanggungjawabkan uang saya.

Saya takut, betapa banyak saya akan mempertanggungjawabkan penghasilan saya dihadapan Allah nanti, sedangkan saya saat ini hanya mempermasalahkan ongkos yang hanya 61.000 rupiah itu…

Astaghfirullah…

Ampuni aku ya Allah…

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s