Kampus dalam kenangan

Banyak hal yang belakangan mengingatkan saya pada kampus saya tercinta, STAN jurangmangu. Sebelas lulusan STAN tahun ini sedang magang di ruangan saya. Juga mulai membuat account di Facebook yang lagi-lagi mempertemukan saya dengan teman-teman STAN saya, kenangan-kenangan bersama mereka kembali berputar-putar dalam memori saya. Juga melihat multiplynya mahasiswa dan alumni STAN yang beberapa dari mereka telah menjadi contacts saya…

Kampus STAN jurangmangu, yang selalu saja di tulis “STAN Jakarta” padahal posisi ada di Tangerang, Banten. Pertama kali menginjakkan kaki di tahun 2000, meski tak se”indah” kampus-kampus lainnya, tapi tak membuat kebanggaan saya berkurang.

Dan yang membuat saya paling bersyukur, karena di STAN, saya mendapatkan hidayahNya, mulai mengenakan busana taqwa, juga bersentuhan bahkan terlibat langsung dalam dawah bersama banyak teman lainnya -yang kemudian saya panggil ‘ikhwah’.

Sungguh, predikat “akhwat karbitan” pantas saya sandang, karena seakan dipaksakan. Seorang nina yang ‘begini’ tiba-tiba jadi ‘begitu’… Tapi itulah hidayah. Alhamdulillah… Allah berkenan mempertemukan saya dengan jalan yang telah dilalui para Nabi dan Rasul ini…

Wah, sesungguhnya saya malu, sangat tidak pantas, saya tidak berniat berkata bahwa saya telah melakukan tugas semulia para Nabi dan Rasul. Masih jaaaauuuuh… Tapi betapa keindahan ukhuwah yang saya rasakan dengan para ikhwah, keberkahan saat kita berani membagi sedikit ilmu tentang islam yang kita punya kepada yang lain, membuat saya begitu mencintai da’wah ini…

Begitu banyak kenangan-kenangan indah yang sungguh tak dapat saya ceritakan satu persatu. Hanya syukur yang begitu dalam kepada Allah SWT telah memberikan jalan hidup yang begitu indah, memperkenankan saya mengecap manisnya da’wah.

Semoga saya tetap istiqomah…

Semoga saya termasuk kedalam salah satu manusia yang gembira saat gerbong da’wah ini memasuki jannah-Nya dan saya berada dalam salah satu gerbongnya, bukan penonton yang hanya menyesal telah turun dari gerbong atau malah tak pernah naik ke gerbong…

Semoga saya dan Anda, ikhwah fillah, dapat bertemu kembali dalam lingkaran yang sama bersama para sahabat, para shalih, para mujahid dan syuhada, dengan Rasulullah SAW sebagai Murabbinya, dalam taman syurga kelak….

Aaaaamiiiin….

Aaaminnn ya rabbal ‘aalamiiin…

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s