Spirit, we can!!! (pre-departure training)

Saya sudah cerita sedikit mengenai diklat persiapan keberangkatan atau pre-departure training yang saya ikuti selama 5 bulan. Yup, training ini merupakan training terlama yang pernah saya ikuti dan yang paling berkesan.

Saya, bersama 44 orang awardee lainnya, adalah penerima beasiswa SPIRIT (Scholarship Program for Strengthening the Reforming Institution) Kementerian Keuangan angkatan ke-5. Kami dikelompokkan ke dalam 3 kelas dan saya masuk kelas Berlin. Dua kelas lain adalah Montreal dan Zurich. Nama kelas memang diambil dari nama-nama kota terkenal di dunia. Satu kelas berisi lebih kurang 15 orang. Ketika masih training, saya dan teman-teman Berlinians berniat reuni di kota itu ketika kami nanti berhasil menjejakkan kaki dan belajar di luar negeri. (Sayangnya, hingga tulisan ini dibuat dan sebagian Berlinians sudah menyelesaikan studinya, impian ini belum bisa terlaksana hehehe)

10635876_10152761166604855_3573973976052520632_n
Berlinians memperingati hari Batik Nasional *versi foto menteri
10491123_10152761166599855_8476918367216934563_n
Hari Batik ala Berlinians *versi ceribel

 

Selama training kami diharuskan menginap di asrama PHRD, STAN-Jurangmangu. Di lantai dasar gedung ada ruang kelas, hall, perpustakaan, dan tempat favorit kami semua, ruang makan. Kamar kami semua ada di lantai dua, dimana kami dipasangkan dengan satu teman lain (tentunya dengan gender yang sama) dalam satu kamar. Teman sekamar saya, Thia, berasal dari instansi yang berbeda, kami baru berkenalan di hari pertama training. Kami pun menjadi dekat dan saling support. Thia sekarang mengambil program master di University of Birmingham, Inggris.

Selama training, materi utama yang diberikan adalah bahasa Inggris. Target utamanya, yang sekaligus menjadi syarat lulus training, adalah mencapai nilai minimal 79 untuk TOEFL iBT test. Selain TOEFL, kami juga mendapatkan materi persiapan IELTS (bagi yang ingin mengambil program di Inggris), GMAT/GRE (untuk yang mengincar USA), panduan menyusun SOP (statement of purpose) alias personal statement, LoR (letter of reccommendation), dan essays, yang biasanya menjadi syarat kelengkapan ketika mendaftar kuliah di luar negeri.

10606063_10202534258302065_7095412215173747955_n
Serasa mau berangkat perang. Sebelum berangkat naik bus untuk tes TOEFL ke Kelapa Gading

Dua-tiga bulan pertama, kami semua fokus untuk persiapan TOEFL. Target kami, semua (45 orang) bisa lulus pada percobaan pertama. Kami hanya diberi kesempatan 2 kali free test (maksudnya biaya test dibayarkan oleh PPSDM-pengelola beasiswa). Karena saya juga ingin mengambil IELTS, maka saya hanya punya satu kali kesempatan untuk TOEFL dan satu kali IELTS. Jika saya gagal, maka saya harus membayar sendiri biaya tes yang saat itu mencapai dua juta lebih.

TOEFL iBT (internet based test) ternyata susah, sodara-sodara. Saya belum pernah merasakan anxiety seperti ketika saya tes ini. Deg-degan wawancara dulu ga ada apa-apanya dibanding tes ini. Entahlah… saya hanya merasakan tes ini sangat menyita pikiran dan tenaga. Alhamdulillah saya berhasil melaluinya dan mendapatkan nilai lumayan bagus (95/120), melebihi ekspektasi saya. Tapi saya agak kecewa dengan nilai IELTS saya (7/9), harusnya saya bisa dapat nilai lebih baik. Alhamdulillah dengan nilai yang saya capai, saya bisa mendaftar di banyak tempat, karena biasanya universitas akan meminta nilai minimal 79 untuk TOEFL dan 6.5 untuk IELTS.

15410_10152722528259855_3137326563520338157_n
Sesaat setelah tes TOEFL, pose dulu. I’ve done my best, let Allah do the rest…

Training ini sangat berkesan bagi saya. Mulai dari orang-orangnya, teman sekamar tempat curhat, teman sekelas yang saling support, teman seangkatan seperjuangan yang pinter-pinter tapi juga gokil, teachers (Miss Wina, Miss Fitri, Patrick, Neil, dll) yang funny dan funky, dan bapak/ibu penyelenggara yang sangat helpful; gedung asrama yang cozy but spooky, dining room tempat 5 kali makan (gimana ga gendut, makan 5 kali sehari dengan menu maknyus) plus karaoke, fitness room tempat sesekali treatmill dan sepedaan; suasana kelas tempat tak hanya belajar tapi juga nonton, main PS, dan dengerin cerita horornya miss Wina, hangout bareng temen-temen ke mall buat makan ato nonton bioskop, makan di angkringan, atau main badminton bareng; pokoknya semuanya bener-bener ngangenin.

10574301_10204488264264659_4534223405136140050_n
Buka bersama di Abuba Steak Bintaro
10300777_10203079730409261_2503175845065360274_n
Spirit batch V di depan asrama
10806459_10204330356253348_8016471636589015209_n
Penutupan diklat yang penuh tangisan dan harapan. See you abroad guys…
1455873_10152890768694855_8852200509347058239_n
Makan malam bareng sekaligus perpisahan
10277047_10153408300449855_8728791956645997367_n
Reunian sebelum terbang

Kata-kata yang sering kami teriakkan untuk pembangkit semangat adalah “SPIRIT, WE CAN!!!”

10610803_10203355935833130_2951018570179773898_n

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s