Daftar sekolah anak di Inggris

Salah satu alasan kenapa saya dulu memilih Inggris sebagai tujuan studi adalah karena pendidikan dasar disini gratis untuk semua. Dulu saya sempat mempertimbangkan Australia, tapi karena saya memang bertekad membawa serta keluarga dan sekolah disana tidak gratis, maka Australia pun saya coret dari daftar. Studi di Australia akan mudah bagi penerima beasiswa dari pemerintah sana (misalnya AAS) sebab biaya pendidikan anak-anak akan ditanggung oleh mereka. Berhubung saya dapat beasiswa bukan dari pemerintah Aussie dan tidak ada klausul bahwa biaya hidup keluarga akan ditanggung, maka kuliah disana akan menjadi berat bagi saya. Bagaimana dengan Amerika? Mohon maaf saya kurang informasi mengenai sekolah disana. Amerika dari awal tidak masuk ke dalam list saya karena penerimaan mereka terhadap muslim saya (menurut berita dan info yang saya dapat) kurang baik. Nah, selain Inggris (dan kebanyakan negara Eropa) menerima muslim relatif lebih ramah, pendidikan anak disini juga hak semua orang dan biayanya ditanggung oleh negara sejak anak berusia 3 tahun (nursery) hingga lulus highschool.

Membicarakan (dan mempelajari) mengenai sistem pendidikan negara maju selalu menjadi topik yang sangat menarik. Kita selalu penasaran bagaimana mereka mendidik anak-anak mereka hingga bisa menghasilkan generasi berkarakter yang mengantarkan mereka menjadi salah satu negara maju di dunia. Makanya, mengajak anak-anak untuk ikut kesini, merasakan pengalaman sekolah dan hidup di negeri orang, adalah motivasi terbesar saya berjuang memperoleh beasiswa ke luar negeri. Dengan menyekolahkan anak-anak disini, saya bisa mencari tahu dan merasakan langsung bagaimana rasanya mengenyam pendidikan ala negara maju. Bagaimana sistem pendidikannya, sekolahnya, kelasnya, mata pelajarannya, guru-gurunya, termasuk karakter anak-anak sebaya teman sekolah mereka. Dan saya memang menemukan banyak hal menarik dan patut ditiru disini. InsyaAllah saya akan menuliskannya satu persatu dalam tulisan-tulisan saya berikutnya nanti. Ingatkan saya yaaa…

Oke, sekarang kita masuk ke langkah pertama dulu ya, mendaftar sekolah anak. Sebelum ke teknis bagaimana mendaftar, saya ingin cerita dulu bagaimana sistem pendaftaran disini. Semua anak yang ingin masuk sekolah wajib mendaftar dirinya ke sekolah terdekat via City Council (semacam pemerintah daerah kalo di Indonesia). Tidak seperti di Indonesia dimana kita mendaftar sendiri langsung ke sekolah yang ingin kita tuju, disini semua pendaftaran diurus oleh Pemda. Dengan sistem seperti ini, Pemda memastikan semua anak mendapatkan sekolah terdekat dari rumahnya dan meminimalisir persaingan antar sekolah. Ga ada sekolah ‘unggulan’ atau ‘tidak unggulan’ disini. Jadi gap antara satu sekolah dengan sekolah yang lain (yang mana pasti akan mempengaruhi juga anak-anak yang bersekolah disana) tidak besar dan Pemda (dengan cara lain) tetap bisa memastikan kualitas pendidikan di semua sekolah terjaga dengan baik. Sistem ini juga meminimalisir macet di pagi hari lho. Karena semua anak bersekolah ditempat yang terdekat dari rumahnya (yang dinamakan ‘catchment area’), hampir semua anak diantar orang tua dengan berjalan kaki (atau bersepeda), tidak dengan berkendaraan.

So, bagaimana cara mendaftarkan sekolah anak-anak? Datang ke kantor City Council? No. Saya cukup klak-klik saja di rumah hehehe… Mendaftar sekolah cukup dilakukan via website City Council. Tampilan website sangat user friendly dan mudah dipahami. Informasi tentang apa saja yang mereka butuhkan dan bagaimana proses pendaftaran berlangsung dijelaskan ketika kita masuk ke laman website tersebut. Setelah mengisi data diri anak, saya diberi kesempatan untuk memilih 5 sekolah terdekat sesuai preferensi saya. Info mengenai sekolah juga diberikan disana. Tiap sekolah disini memiliki website, jadi kita bisa meneliti profil sekolah tersebut sebelum mengurutkan mereka kedalam list kita. Selanjutnya petugas pemda akan mengkonfirmasi ke setiap sekolah sesuai preferensi kita apakah ada bangku kosong atau tidak. Dalam waktu yang tidak lama, Pemda akan mengirimkan email ke orang tua, sekolah mana yang akhirnya menjadi tempat anak-anak menimba ilmu nantinya. Saya juga menerima email dari sekolah yang dituju, memberikan informasi yang saya perlukan sebelum mengajak anak-anak ke sekolah untuk pertama kalinya.

Cukup simple ya? Tidak ada syarat aneh-aneh dan tidak sepeser uang pun yang harus dibayar, hanya akte kelahiran saja, tidak perlu nilai raport dan lainnya. Email dari pemda saya terima ketika anak-anak masih di Indonesia, sedang perpisahan di sekolahnya karena hari itu adalah hari terakhir mereka bersekolah sebelum meninggalkan Indonesia. Sepekan setelah mereka sampai (udah ga jetlag lagi) saya pun mengajak mereka menengok bakal sekolah mereka. Pertengahan Desember 2015 ketika itu, anak-anak melihat pertama kalinya sekolah mereka dan diantarkan oleh pak Kepala sekolah berkeliling ke kelas-kelas dan ruangan lainnya. Mereka sangat excited (maknya apalagi hehehe…). Unfortunately, meskipun sudah tidak sabar ingin berkenalan dengan teman baru, anak-anak baru masuk awal Januari 2016 karena sebentar lagi akan libur Christmas dan guru-guru ingin persiapan terlebih dahulu untuk menyambut mereka (ternyata gurunya juga excited menerima murid baru yang ga bisa bahasa Inggris hehehe…)

Gimana hari-hari pertama mereka? Abis ini ya ceritanya 🙂

 

3 April 2017, nyambi ngerjain essays

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s