Belajar apa di Inggris?

Sekarang saya pengen cerita soal program (baca:jurusan) master yang saya ambil di Inggris.

Nama programnya cukup panjang: “Master of Public Administration in Comparative Applied Social and Public Policy, Evaluation and Research”. Biasa disingkat MPA in CASPPER. Ini program dua tahun dan saya sekarang sudah di tahun kedua, hampir selesai, tinggal satu tugas akhir saja. Saya ambil program ini karena MPA-nya. Dari dulu saya memang tidak terlalu tertarik untuk memperdalam bidang ekonomi atau akuntansi, tapi lebih tertarik sama manajemen atau kebijakan publik (public policy). Ada kata-kata “applied” disitu, jadi saya pikir pas nih untuk saya yang pengen belajar ilmu yang bisa diaplikasikan, ga sekedar teori. Ditambah lagi waktunya dua tahun, waktu yang cukup panjang untuk bisa memperkaya pengalaman hidup di negeri orang bagi saya dan bagi anak-anak. Soalnya saya sering denger setahun itu singkat sekali, baru saja betah udah selesai dan harus pulang. Jadi program ini terlihat cocok.

Tapi kemudian…

Jadi ternyata, kata kunci dari program yang begitu panjang tadi bukan “applied” tapi “social”. Awalnya saya curiga kenapa program MPA koq masuk ke Department of Social Policy and Social Work, bukan ke Department Politics sebagaimana program MPA yang satu tahun. University of York memang punya dua program MPA, satu dibawah Dept. of Politics, yaitu MPA in International Development, dan satunya lagi program saya ini, MPA in CASPPER di bawah Dept. Social Policy and Social Work. Ekspektasi saya ketika melihat modules yang ditawarkan adalah mempelajari proses pembuatan kebijakan, dan memang itu sudah saya dapatkan. Hanya saja semua pokok pembicaraan yang dibahas selalu terkait kebijakan sosial, seperti: kemiskinan, kesehatan, pendidikan, pelindungan wanita dan anak-anak, jaminan sosial, pensiun, pengangguran, tenaga kerja, dan seterusnya. Bisa dibayangkan pusingnya saya yang ga pernah bersentuhan dengan topik-topik ini tiba-tiba harus menghujani pikiran saya dengan literatur-literatur sosial.

Tahun pertama perkuliahan lebih banyak mempelajari tentang apa saja faktor yang mempengaruhi proses pengambilan kebijakan dan komparasi (perbandingan) kebijakan sosial. Tahun kedua lebih fokus ke metodologi penelitian. Ada magang juga (disini disebut placement). Alhamdulillah saya berkesempatan merasakan ngantor sama pegawai-pegawai administrasi kesehatan disini. InsyaAllah lain waktu saya ceritakan. Ada masterclass yang kadang mendatangkan pembicara (praktisi atau expertise) dari luar kampus yang sangat memperkaya pengetahuan tentang berbagai macam kebijakan publik disini. Selain itu, kami juga dianjurkan mengikuti banyak konferensi, seminar, dan acara-acara di luar kampus lainnya, dan dibiayai.

Hampir dua tahun membaca dan menekuni masalah-masalah sosial, saya seperti menemukan passion baru. Well, basically saya bukan orang sosial. Saya introvert yang lebih senang berhubungan dengan benda bukan manusia yang complicated. Tapi kita ga bisa terlepas dari masalah-masalah sosial ini, karena kita manusia, memang makhluk sosial. Mempelajari bagaimana Inggris sebagai negara maju memperlakukan masyarakatnya sedemikian rupa dalam masalah sosial ini sungguh membuka mata saya.

Fasilitas pendidikan gratis, kesehatan gratis, penanggulangan kemiskinan dan pengangguran, penanganan orang jompo, dan lainnya, menandakan pemerintah menjamin kesejahteraan warganya, baik citizen maupun imigran. Selama hidup disini saya juga merasakan langsung manfaat itu. Ga kepikiran gimana uang sekolah bulan depan atau mikirin uang tabungan seandainya terjadi “apa-apa”. Sesekali memang kadang sekolah minta iuran dari orang tua murid untuk kegiatan-kegiatan anak-anak, seperti study tour keluar sekolah, tapi jumlahnya kecil dan sangat jarang. Kalo sakit dan perlu emergensi, pelayanan rumah sakit disini sangat cepat tanggap dan profesional. Jadi uang yang ada betul-betul untuk kebutuhan sehari-hari dan jika ada sisa bisa buat jalan-jalan. Mimpi saya, suatu saat Indonesia bisa seperti ini…

So, kembali lagi… Jadi udah belajar apa aja disini? Banyaaaak… hehehe… Kebanyakan yang saya pelajari memang kebijakan sosial, tapi tak terbatas itu aja. Banyak yang sudah dipelajari mengenai bagaimana proses pengambilan kebijakan di berbagai belahan dunia, terutama UK, bagaimana metodenya, bagaimana melakukan komparasi, bagaimana men-transfer policy antar negara, dan terakhir (sebagai tugas akhir) bagaimana melakukan scoping review (semacam literature review) sebagai alat membantu dalam memberikan rekomendasi bagi pengambil kebijakan.

Untuk lebih detailnya, yang pengen tahu lengkapnya, silakan mampir aja ke situsnya di sini.

Semoga bermanfaat… Kalo ada yang mau ditanya, monggo jangan sungkan ya…

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s